Minggu, 13 Desember 2009

Laporan Praktikum Biologi Umum

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Ilmu Biologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan. Biologi mempunyai berbagai macam cabang seperti Sitologi, Histologi, Arganologi dan sebagainya.
Perkembangan imu dan pengetahuan memberikan inspirasi kepada semua orang tentang apa dan bagaimana dirinya, serta darimana kita berasal. Selain itu juga menjelajahi tentang bagaimana mengenbangkan dirinya dan mempertahankan dirinya sehingga dalam ilmu biologi muncul berbagai teori mengenai berbagai macam hal. Akhirnya, lahir pula berbagai macam cabang ilmu Biologi itu sendiri.
Pratikum ini merupakan suatu usaha untuk membuktikan dan mengenbangkan teori yang telah kita ketahui dari hasil percobaan dan penelitian ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Secara teoritis kita telah banyak memperoleh tentang Biologi namun, secara terapan masih banyak yang belum kita pahami prosedurnya.

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pratikum ini antara lain :
1. Memahami lebih dalam tentang diri sendiri dengan lingkungan
2. Mencoba meneliti kebenaran dari suatu teori atau pendapat
3. Memahami keanekaragaman mahluk hidup dan sebagainya





1.3 Tempat
1.3.1 Sitologi
 Tempat : Laboratorium Biologi IKIP Mataram
1.3.2 Histologi
 Tempat : Laboratorium Biologi IKIP Mataram
1.3.3 Organologi
 Tempat : GC. 1.3
1.3.4 Plasmolisis
 Tempat : Laboratorium Biologi IKIP Mataram
1.3.5 Fotosintesis
 Tempat : Laboratorium Biologi IKIP Mataram

1.4 Waktu
1.4.1 Sitologi
 Hari / Tgl : Selasa, 24 November 2009
1.4.2 Histologi
 Hari / Tgl : Selasa, 24 November 2009
1.4.3 Organologi
 Hari / Tgl : Minggu, 15 November 2009
1.4.4 Plasmolisis
 Hari / Tgl : Selasa, 17 November 2009
1.4.5 Fotosintesis
 Hari / Tgl : Selasa, 17 November 2009






BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1. Landasan Teori
2.1.1. Sitologi
Sel adalah satuan fungsional terkecil yang menyusun tubuh suatu mahluk hidup. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665. Ukuran sel sangat kecil, sehingga untuk melihatnya harus menggunakan alat yang disebut Mikroskop. Sel berasal dari kata Cella yang artinya rongga kecil.
Dari berbagai percobaan dan penelitian yang ditemukan bentuk sel bermacam-macam, ada beberapa bentuknya antara lain :
1. Bentuk Sel Poligonal
2. Bentuk Sel Memanjang
3. Bentuk Sel Heksagonal
4. Bentuk Kubus Sederhana
5. Berbentuk Lonjong Bersilia
Sebelumnya, belum ada ilmuwan yang tertarik meneliti tentang sel. Namun, setelah Robert Hooke berhasil menemukan suatu pernyataan tentang sel, maka menarik perhatian ilmuwan-ilmuwan lain untuk melakukan percobaan-percobaan atau penelitian, sehingga muncul berbagai teori tentang sel. Di antara penemuan-penemuan tentang sel adalah sebagai berikut :
1. Antonie Van Leuwenhock seorang ilmuwan yang berasal dari Belanda, mengamati sel darah dan sel sperma, serta menemukan dunia mikroba dalam air kolam.
2. Robert Brow pada tahun 1831 menemukan inti sel dalam sel sperma.
3. Felix Dujardin pada tahun 1836 menguraikan sitoplasma pada amoebah.
4. Manthias Schehleiden dan Fheodhoe Scyahwan pada tahun 1839 merangkun hasil penelitian tentang sel dan menyimpulkan bahwa semua bentuk kehidupan tersusun dari sel. Kemudian di perkuat oleh Rudolf Fircolf menyatakan setiap sel berasal dari sel atau omni cellute e cellule yang artinya bahwa semua sel berasal dari sel-sel pula, dengan demikian maka sel merupakan unit pertumbuhan pada mahluk hidup.
Karna beberapa hasil penelitian menyakinkan akan kebenaran teori sel, pada tahun 1861 lahirlah batasan tentang sel yang dikemukakan oleh Max Schultze sebagai berikut : sel itu adalah protoplasma beserta nukleus dan protoplasma, itu merupakan dasar fisik suatu kehidupan. Selain dikatakan definisi sel inio juga merupakan apa yang disebut dengan teori protoplasma.
Untuk melaksanakan fungsi-fungsi hidup, sel tersusun atas bagian-bagian yang berbeda baik struktur dan fungsinya. Bagian-bagian sel tersebut pada dasarnya terdiri atas tiga bagian besar yaitu :
1. Membram sel dan dinding sel hanya untuk tumbuhan
2. Sitoplasma
3. Organel-organel yang meliputi :
a. Inti Sel (Nukleus)
b. Retikulum Endoplasma
c. Ribosom
d. Badan Golgi
e. Lisosom
f. Mitokondria
g. Kloroplas
Membram sel / selaput plasma merupakan pembatas antara sel dengan lingkungan luarnya. Membram plasma terdiri dari dua lapis yang tersusun dari lemak lipida. Adapun fungsi dari membram plasma yaitu :
 Sebagai reseptor penerima rangsangan
 Sebagai pembatas lingkungan dalam dan luar sel
 Melindungi agar isi sel tidak keluar meninggalkan sel
 Mengontrol zat-zat boleh masuk maupun keluar sel
 Sebagai tempat terjadinya biokimia seperti reaksi oksidsi
Berbeda dengan membran sel, dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan dan tersusun atas selulosa, hemi selulosa, pektin dan lignin/zat kayu. Fungsi nya memberi bentuk sel, melindungi bagian sebelah dalam, dan bersama vakuola berpefran dalam tugriditas sel.
Sitoplasma adalah plasma yang terdapat didalam dan di luar inti sel. Sitoplasma terdiri atas matriks yang disebut sitosol dan organel-organel.
Protoplasma merupakan bagian yang terpenting dalam sel, karna protoplasma ini yang memikul kehidupan sel. Apabila protoplas itu tidak terdapat lagi dalam sel (lumen), ini berarti sel itu mati. Akan tetapi, walaupun dalam keadaan mati, sel itu masih tetap berfungsi antara lain :
1. Sebagai pengangkut air dan garam-garam mineral
2. Sebagai pelindung bagian dalam dan juga sebagai penguat tumbuhan.

2.1.2 Histologi
Jaringan adalah sekumpulan sel yang mempunyai bentuk asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan dimiliki oleh organisme multiseluler, baik jamur, tumbuhan, maupun hewan multiseluler. Sel dan Jaringan akan mengalami perkembangan hingga menjadi matang dalam suatu proses yang disebut diferensiasi.
Berdasarkan jenis sel penyusunnya, jaringan dapat dibedakan menjadi jaringan sederhana dan jaringan kompleks. Jaringan sederhana adalah jaringan yang tersusun atas satu jenis sel dengan dengan fungsi tungal, sedangkan jaringan kompleks adalah jaringan yang tersusun atas beberapa jenis sel dan melangsukan lebih dari satu fungsi.
Pada tumbuhan, proses pembentukan sel dan diferensiasi berawal pada jaringan embrionik yang disebut meristem. Jaringan meristem dapat di temukan diujung batang dan ujung akar. Adanya aktivitas sel-sel meristem yang selalu membelah dan berdiferensiasi mengakibatkan terbentuknya sistem jaringan (organ) tumbuhan.
1. Struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
Pada tahun 1875, Sach membagi jaringan tumbuhan menjadi tiga sistem jaringan yaitu sebagai berikut :
a. Sistem jaringan dermal, meliputi jaringan epidermis dan periderm. Berfungsi sebagai lapisan pelindung terluar tubuh tumbuhan.
b. Sistem jaringan dasar, meliputi jaringan parenkim, kolenkim, dan skelerenkim. Berfungsi sebagai untuk membentuk dasar bagi tubuh tumbuhan. Bagian yang terbentuk dan aktifitas jaringan dasar adalah empulur dan korteks.
c. Sistem jaringan pembuluh, meliputi jaringan xilem dan floem. Berfungsi untuk mengangkut air dan zat makanan tumbuhan.
 Jaringan Meristem
Jaringan meristemdisusun oleh sel-sel yang selalu aktif membelah, jaringan ini terdapat pada titik tumbuh di pucuk batang, kambium tumbuhan dikotil dan ujung akar.
Sel-sel penyusun jaringan meristem mempunyai beberapa ciri sebagai berikut :
- Dinding selnya sangat tipis, kecuali pada dinding sel kambium pembuluh yang amat tebal pada saat tertentu.
- Mengandung banyak protoplasma yang umumnya tidak mengandung cadangan makanan dan kristal, kecuali pada sel folagen.
- Kebanyakan meristem opikal mempunyai vakuola sel yang berukuran kecil, tetapi ada pula yang besar.
 Jaringan Epidermis
Epidermis adalah jaringan terluar dari tumbuhan yang menutup permukaan tubuh, baik akar, batang dan daun. Jaringan tersebut terdiri atas sel-sel pipih selapis yang tersusun rapat sehingga tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi umum jaringan epidermis adalah untuk melindungi sel dibawahnya.
 Jaringan Korteks
Korteks merupakan jaringan kompleks yang berasal dari perkembangan meristem dasar. Bagian tersebut terbentuk dari bawah epidermis, berupa silinder yang membentang kearah dalam menuju floem primer.
 Jaringan Pembuluh (Pengangkut)
Jaringan pembuluh terdiri atas xilem dan floem. Jaringan ini berperan dalam tranportasi air dan makanan pada tumbuhan. Xilem adalah jaringan pembulu berfungsi untuk mengangkut air dan garam-garam mineral dari tanah (akar) ke daun. Xilem terdiri atas sel mati dam sel hidup yang dindingnya mengalami penebalan zat kayu. Sel-selnya tersusun memanjang dan membentuk berkas pembuluh, xilem tersusum atas beberapa unsur yaitu : Trakea, Trakeid, serabut xilem dan parenkim kayu. Sedangkan floem adalah jaringan pembuluh yang berfungsi mengangkut zat makanan hasil fotosintesis dari dau keseluruh bagian tubuh tumbuhan.
 Jaringan Empulur dan Jari-jari Empulur
Jaringan empulur mengandung sel-sel parenkim yang berukuran besar dan jarang. Fungsi utamanya adalah untuk menyimpan cadangan makanan pada batang tertentu, ikatan pembuluh primernya dipisahkan oleh garis-garis parenkim yang membentang dari empulur hingga korteks. Garis-garis parenkim tersebut di namakan jari-jari empulur. Bagian tumbuhan yang di dalamnya terdapat jaringan pembuluh primer, empulur dan jari-jari empulur sering disebut dengan stele (silinder pusat).

2.1.3 Organologi
Setiap mahluk hidup memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi. Proses repreduksi melibatkan endoktrin pada kontrol regulasi, sistem endoktrin memproduksi berbagai jenis hormaon seperti LH, FSH, testosteron, progesteron dan lain-lain yang diperlukan untuk reproduksi. Reproduksi adalah proses perkembangbiakan untuk menghasilkan organisme (keturunan) baru yang sama dengan dirinya. Bagi organisme, reproduksi bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan kelestarian hidup jenisnya sehingga tidak mengalami kepunahan.
Pada umumnya, mekanisme reproduksi dibedakan menjadi dua macam yaitu reproduksi secara vegetatif (aseksual) dan reproduksi secara generatif (seksual). Reproduksi vegetatif adalah reproduksi yang terjadi tanpa diawali dengan peleburan dua sel gamet. Artinya individu baru yang dihasilkan berasal dari bagian tubuh induknya. Sebalinya, reproduksi generatif adalah reproduksi yang ditandai dengan peristiwa peleburan dua sel gamet.
1. Reproduksi Vegetatif
Reproduksi vegetatif bisa dilakukan melalui berbagai bagian tubuh induk misalnya batang, akar, daun atau pucuk. Reproduksi vegetatif dapat dibedakan atas dua kelompok yaitu reproduksi vegetatif alami dan reproduksi vegetatif buatan.



a. Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Perkembangbiakan secara alami antara lain terjadi melalui umbi lapis, rizom, umbi akar, geragih dan tunas adventif.
 Umbi Lapis
Umbi adalah bagian tumbuhan yang membesar yang mengandung cadangan makanan. Misalnya pada bawang merah, bagian pangkal daunnya menebal, berdaging dan bentuknya melapis sehingga disebut umbi lapis. Pada batang umbi lapis terdapat batang yang disebut cakram. Cakram dapat membentuk tunas-tunas dan menghasilkan umbi baru yang disebut siung bawang. Siung inilah yang akan ditanam untuk dikembangbiakan.
 Rizom (Rimpang)
Rizom (rimpang) adalah batang yang tumbuh didalam tanah yang berisi cadangan makanan. Ada pula yang menyebutnya sebagai akar tongkat atau akar tinggal. Rizom bukanlah akar, melainkan batang. Pada batang yang menyerupai akar tersebut tumbuh tunas yang akan mejadi individu baru, contoh tumbuhan yang berkembangbiakan dengan rizom adalah lengkuas, jahe, temulawak dan kunyit.
 Umbi Akar
Umbi akar merupakan akar yanng mengembung yang berisi cadangan makanan. Misanya pada umbi bunga dahlia, pada pangkal umbi akar dahlia terdapat bagian batang sebagai tempat tumbuhnya tunas-tunas baru.
 Umbi Batang
Umbi batang merupakan batang yang mengandung cadangan makanan hingga menggenbung membentuk umbi. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan umbi batang adalah kentang, gembili, gadung dan talas. Pada umbi batang akan tumbuh tunas jika di tanam.
 Geragih
Geragih adalah batang yang menjalar baik diatas maupun dibawah permukaan tanah, yang dapat berfungsi sebagai alat perkembangbiakan. Geragih disebut juga sebagai stolon, pada setiap buku batang yang menjalar terdapat mata tunas yang dapat tumbuh menjadi individu baru. Jika buku-buku ini mententuh tanah akan tumbuh tunas akar dan batang. Tunas-tunas batang akan tumbuh menjalar menjadi individu yang baru yang hidup sendiri, contoh tumbuhan yang letak geragihnya dibawah permukaan tanah adalah macam-macam tumbuhan rumput (gramineac), sedangkan yang geragihnya diatas permukaan tanah adalah arbei dan strowberi.
 Tunas
Tunas adalah bagian tubuh mahluk hidup yang tumbuh menjadi individu baru. Jika tunas itu terlepas dari induk, maka dapat tumbuh di tempat baru menjadi individu baru. Contoh tumbuhan yang membentuk tunas adalah pisang, tebu dan bambu. Tunas tumbuh menjadi individu baru atau anakan tidak jauh dari tumbuhan induknya sehingga membentuk rumpun.
b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Perkembangbiakan vegetatif buatan adalah perkembang biakan yang sengaja dilakukan oleh manusia. Contoh perkembangbiakan vegetatif buatan antara lain cangkok, stek, merunduk dan kultur jaringan.



 Mencangkok
Mencangkok adalah cara untuk menumbuhkan akar pada cabang atau ranting tanaman, pada saat mencangkok kulit batang tanaman dikerat hingga bersih. Sementara itu, bagian kayu tetap dipertahankan. Dengan demikian, zat-zat meniral dan air tetap mengalir dari akar ke daun. Sebaliknya, zat-zat makanan hasil fotosintesis tidak dapat mengalir dari daun kebagian tubuh lainnya karena kulitnya telah terpotong. Akibatnya, bahan makanan itu mengumpul di tempat keratan tersebut tumbuh akar tanaman.
 Stek
Beberapa tumbuhan dapat diperkembangbiakkan dengan cara stek. Bagian-bagian tumbuhan yang dapat distek adalah daun, tangkai daun, ranting, batang, akar dan pucuk. Tumbuhan bunga violces misanya, pada di stek melalui stek tangkai daun.
 Merunduk
Merunduk diilakukan dengan menyentuhkan ranting atau cabang tanaman ke tanah, kemudian menimbunya dengan tanah. Dari bagian yang tertimbun tanah kemudian muncul akar. Jika akar sudah kuat, maka batang yang menghubungkan dengan induknya dapat di potong. Tanaman yang bisa di kembangbiakkan dengan merunduk adalah anyelir, alamanda dan selada air.
 Kultur Jaringan
Saat ini telah banyak dilakukan tekhnik kultur jaringan untuk memperbanyak keturunan. Kultur jaringan adalah pemeliharaan jaringan makhluk hidup didalam medium khusus secara suci hama (steril). Medium itu berisi nutrien yang diperlukan untuk pertumbuhan sel atau jaringan.
Keuntungan dan kerugian perkembangbiakkan tumbuhan secara vegetatif adalah sebagai berikut :
a. Lebih cepat berubah dari pada perkembangbiakkan menggunakan biji.
b. Tanaman dapat dikembangbiakkan tanpa menunggu berbuah telebih dahulu.
c. Dapat menghasilkan tanaman baru yang seragam, yang memiliki sifat seragam dengan induknya.
d. Dapat mengenbangbiakkan dan melestarikan tanaman walaupun tidak menghasilkan buah atau biji, contoh pisang dan nanas.

2. Perkembangbiakkan Generatif
Perkembangbiakkan generatif pada tumbuhan melibatkan alat perkembangbiakkan, yaitu bunga. Perkembangbiakkan generatif disebut juga perkembangbiakkan secara kawin atau seksual karna terjadi peleburan sel kelamin jantan (sperma) dan sel kelamin betina (ovum), peleburan sel gamet disebut pembuahan. Pada tumbuhan biji tertutup, pembuahan di dahului oleh penyerbukan, yaitu menempelnya serbuk sari di kepala putik. Pembuahan akar menghasilkan biji. Biji yang jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi individu baru.
a. Alat Perkembangbiakkan Generatif Tumbuhan
Alat perkembangbiakkan generatif pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae) adalah bunga. Bunga menghasilkan sel-sel kelamin yang diperlukan dalam perkembangbiakkan generatif.


 Kelopak dan Mahkota Bunga
Kelopak terletak pada lingkaran luar, biasanya berwarna hijau. Pada waktu bunga masih kuncup, kelopak berfungsi sebagai selubung yang melindungi bunga.
Mahkota bunga terletak pada lingkaran sebelah dalam, biasanya berwarna-warni. Mahkota bunga yang berwarna-warni berfungsi menarik perhatian serangga penyerbuk. Selain itu, mahkota bunga juga berfungsi melindungi benang sari dan putik, dan sebagai tempat hinggap serangga yang akan menghisap madu. Kelopak dan mahkota bunga merupakan perhiasan bunga.
 Benang Sari
Benang sari terdiri dari kepala sari dan tangkai sari. Didalam kepala sari terjadi pembentukan serbuk sari.
Beberapa jenis bunga mempunyai sari yang tidak sama pajang. Misalnya bunga turi, buncis dan kacang tanahmempunyai benang sari berjumlah sepuluh yang terpisah menjadi dua tukal atau satu berkas.
 Putik
Putik biasanya terletak dibagian tengah bunga dan dikelilingi oleh banyak benang sari. Bagian-bagian putik adalah kepala putik, tangkai putik dan bakal buah.
Bakal buah berisi satu atau dua bakal buah, didalam bakal biji terdapat kandungan lembaga yang berisi beberapa sel. Salah satu diantara kandung lembaga itu adalah sel telur yang intinya akan dibuahi oleh inti sperma, setelah terjadi pembuahan, dinding bakal buah akan menjadi buah dan bakal biji berkembang menjadi biji.

b. Penyerbukan Pada Tumbuhan Biji
Penyerbukan adalah peristiwa menempelnya serbuk sari di kepala putik, penyerbukan disebut juga persarian. Kepala putik ada yang berbulu halus, ada pula yang berlendir, fungsinya agar serbuk sari mudah melekat ke kepala putik.
Serbuk sara dapat mencapai kepala putik secara alami atau dengan bantuan manusia. Secara alami, serbuk sari dapat mencapai kepala putik dengan perantaraan angin, hewan dan air.
c. Pembuahan
Pembuahan adalah peristiwa bersatunya inti sel sperma dengan ovum, peristiwa ini berlangsung di dalam kandung lembaga dalam bakal biji.
Di dalam kandung lembaga terdapat inti sel telur dan inti kandung lembaga sekunder (inti polar). Inti sperma pertama masuk melalui mikropil (liang bakal biji) menuju ke inti sel telur. Hal ini disebut pembuahan pertama, hasil inti sperma pertama dengan sel telur adalah zigot. Zigot akan tumbuh menjadi lembaga atau embrio atau calon tumbuhan baru.
Inti sperma kedua terus masuk menuju ke sebelah dalam, kemudian melebur dengan inti kandung lembaga sekunder, hal ini disebut pembuahan kedua. Hasil peleburan inti sperma kedua dengan inti kandung lembaga sekunder inti (inti polar) akan membentuk putih lembaga dalam (endosperma). Endosperma merupakan cadangan makanan untuk calon tumbuhan baru. Jadi, pada tumbuhan biji tertutup terjadi pembuahan dua kali sehingga disebut pembuahan ganda.



d. Pembentukan Sel Kelamin
Proses pembuahan melibatkan sel kelamin jantan dan betina, sel-sel kelamin tersebut dihasilkan oleh alat-alat kelamin yang terbentuk setelah organisme dewasa, proses pembentukan sel kelamin disebut gametogenesis.

2.1.4 Plasmolisis
Plasmolisis yaitu peristiwa rusaknya membran plasma yang disebabkan oleh terjadinya proses difusi dan osmosis secara terus menerus.
a. Difusi
Difusi adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah
Beberapa contoh difusi:
1. Apabila kita teteskan minyak wangi dalam botol lalu ditutup, maka bau minyak wangi tersebut akan tersebar ke seluruh bagian botol. Apabila tutup botol dibuka, maka bau minyak wangi tersebut akan tersebar ke seluruh ruangan, meskipun tidak menggunakan kipas. Hal ini disebabkan karena terjadi proses difusi dari botol minyak wangi (konsentrasi tinggi) ke ruangan (konsentrasi rendah).
2. Apabila kita meneteskan tinta ke dalam segelas air, maka warna tinta tersebut akan menyebar dari tempat tetesan awal (konsentrasi tinggi) ke seluruh air dalam gelas (konsentrasi rendah) sehingga terjadi keseimbangan. Sebenarnya, selain terjadi pergerakan tinta, juga terjadi pergerakan air menuju ke tempat tetesan tinta (dari konsentrasi air tinggi ke konsentrasi air rendah).
Laju difusi antara lain tergantung pada suhu dan densitas (kepadatan) medium. Gas berdifusi lebih cepat dibandingkan dengan zat cair, sedangkan zat padat berdifusi lebih lambat dibandingkan dengan zat cair. Molekul berukuran besar lebih lambat pergerakannya dibanding dengan molekul yang lebih kecil. Pertukaran udara melalui stomata merupakan contoh dari proses difusi. Pada siang hari terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan O2 sehingga konsentrasi O2 meningkat.
Peningkatan konsentrasi O2 ini akan menyebabkan difusi O2 dari daun ke udara luar melalui stomata.
Sebaliknya konsentrasi CO2 di dalam jaringan menurun (karena digunakan untuk fotosintesis) sehingga CO2 dari udara luar masuk melalui stomata. Penguapan air melalui stomata (transpirasi) juga merupakan contoh proses difusi. Di alam, angin, dan aliran air menyebarkan molekul lebih cepat disbanding dengan proses difusi.

b. Osmosis
Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis. Dalam tubuh organisme multiseluler, air bergera dari satu sel ke sel lainnya dengan leluasa. Selain air, molekul-molekul yang berukuran kecil seperti O2 dan CO2 juga mudah melewati membran sel. Molekul-molekul tersebut akan berdifusi dari daerah dengan konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
Proses Osmosis akan berhenti jika konsentrasi zat di kedua sisi membran tersebut telah mencapai keseimbangan.
Osmosis juga dapat terjadi dari sitoplasma ke organel-organel bermembran. Osmosis dapat dicegah dengan menggunakan tekanan.
Oleh karena itu, ahli fisiologi tanaman lebih suka menggunakan istilah potensial osmotik yakni tekanan yang diperlukan untuk mencegah osmosis. Jika anda merendam wortel ke dalam larutan garam 10 % maka sel-selnya akan kehilangan rigiditas (kekakuan)nya. Hal ini disebabkan potensial air dalam sel wortel tersebut lebih tinggi dibanding dengan potensial air pada larutan garam sehingga air dari dalam sel akan keluar ke dalam larutan tersebut.
Jika diamati dengan mikroskop maka vakuola sel-sel wortel tersebut tidak tampak dan sitoplasma akan mengkerut dan membran sel akan terlepas dari dindingnya. Peristiwa lepasnya plasma sel dari dinding sel ini disebut plasmolisis.

2.1.5 Fotosintesis
a. Sejarah Penemuan Fotosintesis
Pada awalnya orang menganggap bahwa akar “ memakan tanah “ seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles. Tumbuhan hijau memperoleh zat-zat makanan dari dalam tanah, yang berasal dari hasil perombakan (penguraian) organisme yang telah mati. Konsep fotosintesis di mulai pada abad ke 17 ketika Jan Van Helmont menyatakan bahwa pertumbuhan tumbuhan disebabkan adanya air dan bukan tanah.
Pada taahun 1772, Joseph Pristley melakukan penelitian dan menyimpulkan bahwa tumbuhan mengubah udara yang dikeluarkan hewan menjadi udara segar. Prestley mengemukakan bahwa tumbuhan menggunakan karbondioksida yang dikeluarkan oleh hewan dan mhewan menyerap oksigen yang dihasilkan tumbuhan
Pada tahun 1779, Jan Ingenhounz membuktikan bahwa fotosinteisis dilepaskan oksigen. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan tanaman air Hydrilla Verticillata di bawah corong terbalik. Jika tanaman tersebut kena cahaya timbullah gelembung-gelembung udara yang akhirnya mengumpul didasar tabung reaksi.
Jean Senebiar (1782) menyebutkan gas yang dibutuhkan tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbondioksida yang merupakan sumber karbon bagi tumbuhan hijau. Pada tahun 1842, Julius Robert Mayer menyatakan bahwa energi cahaya matahari yang diserap oleh tumbuhan hijau selanjutnya diubah menjadi energi kimia.
Julius Von Sachs (1860) membuktikan bahwa pada fotosintesis akan terbentuk karbohidrat (amilum). Frederick Blackman (1905) menunjukan bahwa pada proses fotosintesis terjadi reaksi gelap yang tidak membutuhkan cahaya. Robert Hill (1937) berhasil mengikuti kegiatan kloroplas yang telah dipishkan dari sel hidup, kloroplas itu jika disinari mampu menghasilkan oksigen.
b. Proses
Fotosintesis juga dinamakan asimilasi karbon, salah satu kemampuan tumbuhan hijau adalah memanfaatkan zat karbon udara untuk diubah menjadi bahan organik bil tersedia cahaya yang cukup. Bahan sederhana yang digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis adalah karbondioksida dan air. Tumbuhan umumnya mendapatkan karbondioksida dari udara dan air dari tanah, karbondioksida diubah menjadi gula, hasil simpangan proses ini adalah gas oksigen. Sebenarnya, proses fotosintesis bukanlah reaksi tunggal melainkan terdiri dari beberapa tahap reaksi yang kompleks. Reaksi yan terjadi secara sederhana dapat dituliskan sebagai berikut :
cahaya
6CO2 + 6H2O C6H12O6 + 6O2
karbon dioksida klorofil gula oksigen
c. Tahap-Tahap Fotosintesis
Proses fotosintesis yang terjaadi dikloroplas melalui dua tahap reaksi yaitu reaksi terang dan reaksi gelap.
a. Reaksi terang berlangsung dengan cahaya
Dalam tahap ini, klorofil menyerap cahaya nila energi yang ditangkap reaksi, oleh klorofil digunakan untuk memecah molekul air. Pemecahan ini disebut fotolisis, fotolisis mengakibatkan molekul air pecah menjadi hidrogen dan oksigen. Reaksi fotosintesis dapat ditulis sebagai berikut :
2H2O 2H2 + O2

b. Reaksi gelap berlangsung tanpa cahaya
Pada proses ini terjadi pengikatan karbon dioksida didalam daun, karbon dioksida ini akan bergabung dengan ion hidrogen yang dihasilkan dari reaksi terang membentuk glukosa (gula).
d. Bagian Daun Yang Berperan Dalam Fotosintesis
Fotosintesis terjadi pada semua bagian tumbuhan yang hijau, warna hijau pada tumbuhan disebabkan oleh pigmen klorofil yang berwarna tersimpan pada organel yang disebut kloroplas. Disetiap sel terdapat 40-50 kloroplas, di dalam kloroplas inilah penyerapan cahaya oleh klorofil dimulai pada proses fotosintesis.
Pada bagian besar tumbuhan tinggi daun merupakan organ utama untuk fotosintesis. Pada permukaan luar epidermis bawah dan atas biasanya dilindungi oleh lapisan lilinkutikula dan kadangtg-kadang sebelah luarnya lagi terdapat lapisan lilin, lapisan kutikula ini berguna untuk mencegah penguapan air (inspirasi) berlebihan dan menambah kekuatan.
Di antara sel-sel epidermis dau terdapat pori kecil yang disebut stomata, fungsi stomata sebagai pengatur penguapan, pengatur masuknya gas CO2 dari udara dan keluarnya gas O2 ke udara selama fotosintesis berlangsung dan kearah sebaliknya pada waktu respirasi berlangsung.
























BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan
3.1.1 Sitologi
1. Empulur Manihot utilisima
Keterangan
1. Dinding Sel
2. Ruang Antar Sel
3. Ruang sel







2. Selaput Bagian Dalam Umbi Lapis Alium cepa
Keterangan
1. Nukleus/Inti Sel
2. Vacuola
3. Dinding Sel







3. Rambut buah Ceiba pentandra
Keterangan
1. Gelembung Udara
2. Ruang Sel
3. Dinding Sel









4. Rambut biji Gosipium sp
Keterangan
1. Torsi/Pintalan/Lipatan
2. Ruang sel
3. Dinding Sel









5. Folium Hidrilla verticillata
Keterangan
1. Ruang Antar Sel
2. Vakuola
3. Sitoplasma
4. Kloroplas








6. Paramecium sp
Keterangan
1. Cillia
2. Vakuola Kontraktil
3. Micronucleus
4. Peristom
5. Sitostom
6. Sitofage/lubang Anus
7. Vakuola Makanan
8. Makronucleus





3.1.2 Histologi
1. Penampang melintang Arachis Hipogea
Keterangan
1. Epidermis
2. Hipodermis
3. Parenkim Tertekan
4. Klorenkim
5. Skelerenkim
6. Kambium
7. Jari-jari Empulur
8. Empulur
9. Xilem
10. Floem


2. Penampang Melintang Caulis Zea Mays
Keterangan
1. Sarung Skelerenkim
2. Floem
3. Proto Xilem
4. Meta Xilem
5. Ruang Rexigen
6. Parenkim
7. Bulu Cincin




3.1.3 Organologi
1. Flos Hibiscus rosa-sinensis
Keterangan
1. Pedicellus
2. Calyx
3. Epicalyx
4. Corolla
5. Androgynophora
6. Androcium
7. Genocium
8. Ovulum




2. Caulis Manihot utilisima (Singkong)
Keterangan
1. Nodus
2. Internodus (Ruas)









3. Folium Bryophilum sp (cocor bebek)
Keterangan
1. Folium
2. Tulang Daun
3. Margofili
4. Tunas Adventiv








4. Stolon Imperata cylindrica (ilalang)
Keterangan
1. Folium (Daun)
2. Batang Semu
3. Stolon
4. Radix
5. Nodus
6.Sisik







5. Bulbus Alium cepa
Keterangan
1. Bulbus
2. Corm
3. Radix Adventitin (Akar)








6. Rhizoma Alpinia galanga (Lengkuas)
Keterangan
1. Tunas
2. Nodus
3. Internodus
4. Radix








7. Tuber Solanum tuberosum
Keterangan
11. Tuber
12. Mata Tunas




3.1.4 Plasmolisis
1. Gambar Irisan Transfersal Epidermis Bagian Bawah Folium Rhoe discolor + 1 tetes Aquades
Keterangan
13. Dinding Sel
14. Membram Sel
15. Sitoplasma
16. Ruang Antar Sel


2. Gambar Irisan Transfersal Epidermis Bagian Bawah Folium Rhoe discolor + Larutan Gula 10%
Keterangan
1. Dinding Sel
2. Membram Sel
3. Sitoplasma
4. Ruang Antar Sel



3. Gambar Irisan Transfersal Epidermis Bagian Bawah Folium Rhoe discolor + Larutan Gula 30%
Keterangan
1. Dinding Sel
2. Membram Sel
3. Sitoplasma
4. Ruang Antar Sel







4. Gambar Irisan Transfersal Epidermis Bagian Bawah Folium Rhoe discolor + Aquades yang berlebihan dan Larutan 30%
Keterangan
1. Dinding Sel
2. Membram Sel
3. Sitoplasma
4. Ruang Antar Sel








3.1.5 Fotosintesis
1. Gambar Tanaman Hidrilla Verticillata














Keterangan
1. Tabung Reaksi 5. Tumbuhan Air (Hidrilla Verticillata)
2. Corong Kima 6. Gelembung Udara (O2)
3. Gelas Piala 7. Kawat Pengait
4. Air (H2O)

2. Tabel Hasil Pengamatan
No Perlakuan Waktu (menit) Rata-rata
1 2 3
1 Intensitas Cahaya Tinggi 633 392 364 463
2 Intensitas Cahaya Rendah 0 18 84 34






3.2 Pembahasan
3.2.1 Sitologi
1. Empulur Manihot utilisima
Deskripsi
Empulur Manihot utilisima yang kita amati, selnya berbentuk segi enam dan kita dapat melihat ruang sel, ruang antar sel, dan dinding sel,sehingga bisa kita katakan bahwa emuplur Manihot utilisima ini merupakan sel mati,karena di dalamnya tidak terdapat protoplasma.
2. Selaput Bagian Dalam Umbi Lapis Alium cepa
Deskripsi
Umbi lapis Alium cepa yang kita amati merupakan sel hidup karena di dalamnya terdapat protoplasma yaitu nukleus yang berfungi sebagai pusat koordinasi seluruh bagian sel, kemudian vakuola yang berfungsi sebagai penyimpan cadangan makanan dan dinding sel, dan apabila nukleus berada di tengah, itu menandakan bahwa nukleus tersebut masih muda dan ukuran vakuolanya masih kecil dan sebaliknya apabila nukleusnya berada di pinggir itu menandakan bahwa nukleus sudah dewasa dan ukuran vakuolanya besar.

3. Rambut buah Ceiba petandra
Deskripsi
Rambut buah Cieba petandra merupakan sel mati kerena di dalamnya tidak terdapat protoplasma, hanya gelembung udara, ruang sel dan dinding sel, ciri utama dari rambut buah Ceiba petandra ini yaitu ditemukannya gelembung udara, gelembung iudara ini adalah udara yang terjebak karena telah kita teteskan aquades.



4. Rambut biji Gosipium sp
Deskripsi
Rambut biji Gosipium sp yang telah kita amati bahwa merupakan sel mati, karena di dalam selnya tidak terdapat protoplasma, dia banyak memiliki torsi yaitu pintalan atau lipatan, ruang sel dan dinding sel, pada Rambut biji Gosipium sp ini beda dengan Ceiba petandra karena pada Rambut biji Gosipium sp tidak ditemukan adanya gelembung udara sedangkan pada Ceiba petandra jelas – jelas kita temukan gelembung udara sehingga sel dari Gosipium sp lebih kuat.

5. Folium Hidrilla verticilata
Deskripsi
Hidrilla vercillata yang telah kita amati bahwa Hidrila verticillata ini merupakan sel hidup karena di dalamnya terdapat protoplasma yang terdiri dari vakuola yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, kloroplas yang berfungsi sebagai pemberi warna dan sitoplasma yang merupakan 90% cairan. Pada gambar 1 kita bisa melihat tiga vakuola yang dikelilingi oleh klorofil, itu menandakan bahwa hidrila itu masih kecil sehingga vakuolanya pun kecil, di bandingkan dengan gambar 2 kita bisa melihat bahwa vakuolanya besar dan hanya memiliki satu vakuola dan itu menandakan bahwa hidrilla itu sudah dewasa, pada Hidrila verticillata ini terjadi dua pergerakan, pergerakan rotasi yaitu pergerakan yang beraturan tau pergerakan searah denga jarum jam, rotasi ini terjadi pada hidrila yang sudah dewasa, kemudian pergerakan sirkulasi yaitu pergerakan yang tidak beraturan, sirkulasi ini terjadi pada hidrila yang masih muda. Jika kita lihat bahwa kloroplas berputar tetapi yang sesungguhnya yang berputar atau bergerak itu adalah sitoplasma dengan kata lain sitoplasmalah yang menjadi arus yang membawa kloroplas, oleh karena sitoplasma itu sangat bening sehingga tidak bisa dilihat.

6. Paramecium sp
Deskripsi
Sediaan air rendaman jerami kita dapat melihat adanya paramecium sp, parmecium sp ini gerakannya agak lambat atau dengan model zig zag, paramecium bergerak dengan cilia, bagian – bagiannya terdiri dari vakuola kontraktil yang berfungsi menjaga tekanan osmotik di dalam sel, vakuola makanan yang berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan, nukleus yang berfungsi sebagai pusat koordinasi seluruh kegiatan sel, nukleus ini di bagi menjadi 2 yaitu : mikronukleus dan makronukleus, kemudian terdapat sitostom yang berfungsi sebagai mulut atau untuk memasukan zat-zat yang dibutuhkan u ntuk pertumbuhannya dan yang terakhir yaitu sitofage yang berfungsi untuk tempat mengeluarkan hasil sisa ekskresi.

3.2.2 Histologi
1. Penampang Melintang Arachis hipogea
Deskripsi
Arachis hipogea termasuk dalam kolateral terbuka, ciri-cirinya adalah tidak diselubungi oleh sarung sklerenkim, antara floem dan xilem dibatasi oleh kambium, pada gambar 1 terdapat kambium, korteks, floem,xilem,stele dan gambar lebih jelasnya terdapat pada gambar 2 dengan bagian-bagiannya yaitu epidermis unmtuk melindungi yang ada di dalamnya, hipodermis berperan untuk menggantikan epidermis ketika epidermis rusak, parenkim tertekan, dikatakan tertekan karena dihimpit, parenkim ini juga disebut jaringan dasar yang terbagi menjadi dua yaitu jaringan tiang (palisade) dan bunga karang (parenkim spon), klorenkim yaitu gabungan dari klorofil dan jaringan dasar, karena klorenkim ini memiliki klorofil berarti dia dapat melakukan fotosintesis, kemudian sklerenkim yang tersusun atas sel-sel batu, floem yang berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan, xilem berfungsi mengaangkut zat hara dari akar ke seluruh tubuh tumbuhan, kambium merupakan pembatas antara xilem dan floem. Perkembangannya ke arah dalam akan membentuk floem, perkembangan ke arah luar akan membentuk xilem, dan jari-jari empulur merupakan jaringa pengisi.

2. Penampang Melintang Caulis zea mays
Deskripsi
Pada pengamatan Caulis zea mays ter masuk koleteral tertutup dengan ciri-ciri diselubungi oleh sarung sklerenkim yang tidak dibatasi oleh kambium dengan bagian-bagiannya yaitu sarung sklerenkim yang berfungsi untuk melindungi yang ada di dalamnya, floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daaun keseluruh bagian tumbuhan kemudian xilem yang berfungsi untuk mengangkut zat hara dari akar ke seluruh bagian tumbuhan, xilem ini terbagi 2 yaitu protoxilem dan metaxilem, buluh cincin sebagai jaringan penyokong kemudian ruang rexigen terjadi akobat perobekkan parenkim yang berfungsi sebagai tempat menampung udara dan parenkim yaitu jaringan dasar.

3.2.3 Organologi
1. Flos Hibiscus rosa-sinensis
Deskripsi
Flos Hibiscus rosa-sinensis terdapat androgynophora, dimana androgynophora menghalang penyerbukan pada tanaman itu sendiri karena androgynophoranya terlalu panjang dan akibatnya pada flos Hibiscus rosa-sinensis tidak mempunyai buah dan flos Hibiscus rosa-sinensis merupakan organ generatif.

2. Caulis Manihot utilisima
Deskripsi
Caulis Manihot utilisima terdapat nodus, dimana nodus tempat tumbuhnya tunas baru, kemudian nodus juga merupakan alat perkembangbiakan pada caulis Manihot utilisima. Perkembang biakan caulis Manihot utilisima dengan cara vegetatif dan caulis Manihot utilisima ubinya juga dapat dikonsumsi oleh manusia.

3. Folium Bryophilum sp
Deskripsi
Perkembang biakan pada folium Bryophilum sp dengan cara vegetatif, alat perkembangbiakannya dengan tunas adventif. Pada ujung folium Bryophilum sp akan tumbuh tunas baru dan folium merupakan organ modifikasi antara batang dan daun.

4. Stolon Imperata cylindrica
Deskripsi
Perkembang biakan pada stolon Imperata cylindrica secara vegetatif. Pada stolon terdapat radix, nodus dan sisik dan pada stolon Imperata cylindrica alat perkembang biakan dengan stolon. Fungsi stolon tidak jauh berbeda dengan rizom hanya saja stolon tidak berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan tapi stolon berfungsi sebagai organ bertahan hidup dan sebagai alat reproduksi secara vegetatif.


5. Bulbus Alium cepa
Deskripsi
Perkembang biakan pada Bulbus Alium cepa secara vegetatif. Pada Bulbulus Alium Cepa ini digunakan untuk perkembangbiakan aseksual. Pada bulbus Alium cepa terdapat corm yaitu tempat melekatnya umbi lapis. Bulbus Alium cepa merupakan umbi lapis dari bawang merah dan bulbus Alium cepa juga sering digunakan oleh manusia untuk sayuran.

6. Rhizoma Alpinia galanga
Deskripsi
Rhizoma Alpinia galanga terdapat nodus yang merupakan ruas-ruas yang membatasi interrnodus , dimana nodus ini tempat tumbuhnya individu baru, dalam Rhizoma Alphinia galaga ini terdapat radix yaitu akar – akar yang dapat menyerap air. Rhizoma Alphinia galaga ini sangat banyak manfaatnya bagi manusia.

7. Tuber Solanum tuberosum
Deskripsi
Tuber Solanum tuberosum berkembang biak secara vegetatif, pada Tuber Solanum tuberosum ini terdapat mata tunas sebagai tempat untuk menghasilkan individu baru, tuber dibagi menjadi 2 yaitu: Rhizigenum yang tidak dapat menghasilkan individu baru dan hanya sebagai penyimpanan cadangan makanan, kemudian caulugenum memiliki organ vegetatif dan terdapat sisik yang mereduksi menjadi daun

3.2.4 Plasmolisis
Deskripsi
Folium Rhoe discolor adalah salah satu dari daun yang mempunyai pigmen warna ungu dengan ukuran tebal, pada daun ini terjadi plasmolisis ya itu proses rusaknya membram plasma disebabkan oleh terjadinya proses difusi dan osmosis secara terus-menerus, pada daun ini apabila di tambahkan larutan gula 10 % maka akan terjadi pengerutan seperti terlihat pada ganbar II. Hal ini terjadi karena kosentrasi larutan gula lebih tinggi dari pada konsentrasi cairan sitoplasma sehingga cairan sitoplasma berusaha keluar ke lingkungan dalam rangka mengimbangkan diri dengan lingkungan atau disebut turgor. Sedangkan peristiwa perpindahan zat-zat tertentu dari daerah berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah disebut difusi. Sebaliknya peristiwa perpindahan zat dari daerah yang berkonsentrasi rendah ke daerah yang berkonsentrasi tinggin disebut osmosis. Pada gambar III Rhoe discolor + gula 30% pigmen warnanya semakin berdesak karena konsentrasi larutan gula semakin tinggi, pada gambar III terjadi proses yang sama dengan gambar II. Sedangkan pada ganbar IV keadaan semula mengembang setelah ditambahkan aquades secukupnya akhirnya mengembang karna terjadinya penyatuan antara cairan sitoplasma dengan aquades.


3.2.5 Fotosintesis
Deskripsi
Beberapa hal utama yang dapat mempengaruhi laju fotosintesis antara lain Konsentrasi karbon dioksida, Suhu, Oksigen, Air dan Klorofil. Salah satunya adalah cahaya. Cahaya merupakan sumber energi untuk fotosintesis, energi cahaya yang diserap oleh tumbuhan tergantung pada intensitas sumber cahaya, panjang gelombang cahaya dan lama penyinaran. Pada batas-batas tertentu, semakin tinggi intensitas cahaya matahari semakin banyak energi cahaya yang diserap oleh klorofil sehingga laju fotosintesis meningkat. Cahaya matahari dengan intensitas terlalu tinggi akan menimbulkan kerusakan pada klorofil.



























BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Dari uraian diatas dapat penulis menyimpulkan bahwa :
 Sitologi adalah ilmu yang memepelajarin tentang sel, terdiri dari dua kata yaitu cytos yang berarti sel, dan logos yang berarti ilmu. Sel adalah unit struktural dan fungsional.
 Sel memiliki organel sel (benda-benda hidup yang berada dalam protoplasma. Protoplasma terdi dari sitoplasma, nukleus, mitokondria, plastisida, R. Endoplasma dan lain-lain.
 Histologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jaringan atau berkas pembuluh. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis.
 Setiap mahluk hidup memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi. Pada umumnya, mekanisme reproduksi dibedakan menjadi dua macam yaitu reproduksi secara vegetatif (aseksual) dan reproduksi secara generatif (seksual).
 Plasmolisis yaitu peristiwa rusaknya membran plasma yang disebabkan oleh terjadinya proses difusi dan osmosis secara terus menerus.
 Difusi adalah pergerakan molekul atau ion dari dengan daerah konsentrasi tinggi ke daerah dengan konsentrasi rendah . Osmosis adalah difusi melalui membran semipermeabel. Masuknya larutan ke dalam sel-sel endodermis merupakan contoh proses osmosis
 Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya


4.2 Saran-saran
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan tetap paratikum biologi umum ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan tetap pratikum biologi umum untuk yang akan datang, dan semoga bermanfaat bagi para pembaca.























DAFTAR PUSTAKA

Sumarwan, dkk. 1994. IPA-Biologi IA. Jakarta. Erlangga
Istamar, dkk. 2006. IPA-Biologi. Jakarta. Erlangga
Anonim. 2004. Makalah Anatomi Tumbuhan. Mataram. IKIP Mataram
Saktiyono. 1999. Biologi SMU. Jakarta. Erlangga
Subowo, Prof. dr.M.Sc.Ph.D.1992.Histologi Umum.Bumi Aksara.Jakarta























LAMPIRAN-LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar